Rutin Papsmear, mungkinkah tetap beresiko terkena kanker servik?


Papsmear itu sebenarnya apa sih ya?

Menurut dr.Allert Benedicto leuan Noya dari Alodokter, papsmear adalah prosedur pengambilan dan pemeriksaan sel leher rahim, untuk melihat ada tidaknya kelainan yang mengarah ke kanker servik.  Pemeriksaan ini hanya bisa dilakukan oleh dokter kandungan dan bidan terlatih.

Kemudian muncul pertanyaan seperti ini, seberapa akurat kah pemeriksaan papsmear ini bisa mendeteksi adanya sel kanker servik?

Karena pernah terjadi, ada seorang ibu yang setiap tahun sudah melakukan pemeriksaan papsmear, namun masih tetap terkena kanker servik padahal hasil pemeriksaan sebelum nya negatif.

Jadi, pemeriksaan papmear itu hanya melihat adanya sel abnormal di bagian kulit luar servik (skuamosa) dengan akurasi 50-60 %, namun ada beberapa kasus tertentu yang tergolong langka yaitu adanya kanker servik yang berada di bagian kelenjar, sehingga tidak bisa dideteksi hanya dengan tes papsmear. 

Lalu bagaimana?

Ada jenis pemeriksaan dengan akurasi lebih tinggi (hingga 99%) yaitu test HPV DNA, tes ini bisa melihat adanya DNA HPV di servik hingga bisa mendeteksi tipe HPV nya, tes ini memang lebih mahal dibandingkan papsmear namun tes ini hanya perlu dilakukan 4-5 tahun sekali.

Dan yang perlu digarisbawahi bahwa papsmear tidak bisa mencegah terjadinya kanker servik namun bisa membantu mengathui adanya kanker servik lebih dini sehingga bisa diobati total. Lalu bagaimana mencegahnya? Tentu saja dengan pola hidup sehat dan melakukan vaksinansi anti kanker servik. Seperti penuturan dr.Andrijono bahwa satu-satunya jenis kanker yang bisa dicegah dengan vaksinasi adalah kanker servik.


Dikutip dari :
Aditya Eka Prawira (liputan 6, 2018)
dr.Allert Benedicto leuan Noya (alodokter.com, 2018)
Deni indah S.,S.Kep (YPKI, 2019)

Berkomentar dengan bijak agar anda selalu di hargai orang lain ^_^ Conversion Conversion Emoticon Emoticon